Followers

Wednesday, January 26, 2011

Sirah Rasullullah S.A.W


Suatu ketika Nabi SAW selepas sholat berdo’a menangis hingga kesedihannya terasa oleh istrinya Ummu Salamah. Lalu Ummu Salamah bertanya, “Ya Rasullullah, mengapa engkau menangis memohon ampunan padahal engkau telah di jamin Surganya oleh Allah.” Lalu Nabi SAW menjawab dengan tegas, “Siapakah yang bisa menjaminku wahai istriku ? Sedangkan saudaraku Nabi Yunus AS ketika dia bersandar pada amalnya sesaat saja, dia merasa aman terhadap amalnya, Allah kurung dia dalam perut Ikan Paus selama 40 hari.” Nabi saja Allah hukum di dalam laut karena tidak ada risau terhadap amalnya. Padahal nabi Yunus AS hanya bersandar sesaat saja dari amalnya. Nabi Yunus AS meninggalkan ummatnya mencari tempat yang lebih baik untuk dakwah pada kaum yang lain. Nabi Yunus AS tidak merasa khawatir dengan perbuatannya meninggalkan kaumnya ketika itu. Nabi Yunus merasa aman dan tidak ada kekhawatiran terhadap amalnya tersebut. Padahal Allah perintahkan dia untuk tetap di kampung tersebut. Sesaat merasa aman dari amalnya, Allah kurung Nabi Yunus di dalam perut ikan paus, hingga dia bertobat kepada Allah.

Umar RA adalah seorang sahabat yang termasuk dalam 10 orang sahabat yang telah di jamin Surganya oleh Allah Ta’ala. Suatu ketika umar RA bertemu dengan Hudzaifah RA yaitu penyimpan rahasia Nabi SAW. Umar RA bertanya kepada Hudzaifah RA, “Wahai Hudzaifah, aku tidak peduli apakah ada orang-orang munafik yang kerja untukku ataupun orang lain yang telah jelas kemunafikkannya. Namun Aku hanya mau bertanya satu hal kepadamu Apakah Aku termasuk golongan orang-orang yang Munafiq yang dikabarkan oleh Nabi SAW.” Ini adalah Risaunya Umar RA, yang Surganya telah di jamin oleh Nabi SAW. Walaupun begitu tetap Umar RA selalu dalam keadaan khawatir terhadap amal-amalnya bukannya dalam keadaan aman. Padahal kalau kita lihat amalnya Umar RA, sudah seharusnya dia merasa aman, tetapi hingga menjelang ajalnya pun dia masih dalam keadaan selalu merasa khawatir atas amal-amalnya. Umar RA di tanya oleh Abbas RA menjelang wafatnya, “Apalagi yang engkau risaukan wahai Umar, sedangkan Allah dan Nabinya sudah menjamin keberadaanmu di Surga.” Lalu Umar RA menjawab, “Jika aku mempercayai perkataanmu, maka aku ini sungguhlah orang yang bodoh. Andai kata seluruh umat ini masuk surga dan satu orang masuk ke dalam neraka, maka aku khawatir yang satu orang masuk ke dalam neraka itu adalah aku. Jika seluruh manusia masuk ke dalam neraka dan hanya satu orang masuk ke dalam Surga, Aku berharap agar orang itu adalah Aku.” Menjelang ajalnyapun, Umar RA masih dalam keadaan harap dan cemas terhadap amalnya.

Wednesday, January 19, 2011

Dahwah IMAN


Untuk memperbaiki keyakinan dan amal dan agar seluruh manusia memperbaiki keyakinan dan amal mereka, seseorang harus berusaha menghidupkan usaha Nabi s.a.w. (usaha dakwah) dengan cara Rasulullah s.a.w. ke seluruh dunia.

"Allah menyeru (manusia ke Darussalam (syurga) dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam). Yunus [10]:25).

"Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayatNya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (as-sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar berada dalam kesesatan yang nyata."(Al-Jumu 'ah[62]:2)

Keterangan: 'Membaca ayat-ayatNya kepada mereka,' maksudnya bahwa Nabi s.a.w. memberi peringatan kepada mereka dengan ayat-ayat Al-Quran, mengajak mereka kepada Al-Quran, dan menekankan pada mereka agar mengimani Al-Quran.

'Mensucikan mereka' maksudnya memperbaiki mereka yakni mengajak mereka untuk mengikuti apa-apa yang dengannya mereka menjadi orang-orang yang cerdik dan bertaqwa. 'Al-Hikmah' iaitu makna-makna apa yang terkandung dalam ayat-ayat Al-Quran.

"Dan seandainya Kami menghendaki, benar-benar kami utus pada tiap-tiap negeri seorang yang memberi peringatan (rasul). Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengan Al-Quran dengan jihad yang besar." (Al-Furqan[25]:51-52)

"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik." (An-Nahl[16]:25)

"Dan tetaplah memberi peringatan, karana sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman."(adz Dzariyat[15]:55)

"Hai orang yang berselimut, bangunlah dan berilah peringatan! Dan Agungkanlah Tuhanmu." (Al-Muddatstir[74]:3)

"Boleh jadi kamu (Muhammad) akan membinasakan dirimu, kerana mereka tidak beriman." (Asy-Syu'ara[26]:3)

"Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin." (At-Taubah [9]:128)

"Maka janganlah dirimu binasa kerana kesedihan terhadap mereka (kerana kekafiran mereka)". (Fathir[35]:8)

Tuesday, January 18, 2011

Pembahagian Masa


Golongan yang menghidupkan amalan Nabi secara menyeluruh iaitu Dakwah, Taklim wa Ta’allum, dan Tazkiyyah. Sesuai ayat :

Ya Tuhan kami, utuslah seorang Rasul ditengah-tengah mereka yang berasal dari diri mereka sendiri (yang tugasnya) membacakan aya...t-ayat Engkau (DAKWAH), mengajarkan kepada mereka ALKITAB dan ALHIKMAH (Taklim wa Ta’allum) dan Tazkiyyah (Dzikir Ibadah dan Khidmat), Sesungguhnya Engkau Maha Gagah dan Maha Bijaksana (AL Baqarah : 129)

Doa di atas adalah doa Nabi Ibrahim ketika selesai membangun Ka’bah sehingga mereka katakan : Inilah amalan masjid yang diinginkan Ibrahim as.

Mereka membagi waktu khuruj dengan tertib sebagai berikut :

4 Jam untuk Dakwah, yang terdiri dari :

1. Jaulah Umumi, yakni jumpa seluruh orang kampung

2. Jaulah Khususi, yakni jumpa orang perorang sebagaimana kedudukan orang yang didatangi, misalnya : ulama atau umara.

3. Jaulah Taklimi, yakni mereka berkeliling untuk ajak orang kampung duduk di majlis taklim fadhilah amal yang mereka buat.

4. Jaulah Tasykili, yakni mereka datang ke tempat orang yang ada simpati setelah mendengar bayan-bayan (penjelasan) mereka.

5. Jaulah Ushuli, yakni mereka datang kepada orang yang niat keluar bersamaan dengan kepindahan mereka ke kampung lain.

4 Jam mereka gunakan untuk Taklim, yang terdiri dari :

1. Taklim Kitabi

2. Taklim Halaqah Al Quran

3. Taklim Enam Sifat

4. Mudzakarah Adab-Adab Sunah Sehari-hari

5. Taklim Infiradi, yakni membaca buku yang mereka bawa di luar amalan ijtima’i

4 Jam Mereka gunakan untuk Dzikir Ibadah, yang terdiri dari :

1. Sholat berjamaah

2. Sholat-sholat sunnah

3. Dzikir Pagi Petang

4. Sholat Tahajud dan Doa Hidayah dimalam hari

5. Tilawah Al Quran

6. Doa-doa masnunah

4 Jam mereka gunakan untuk Khidmat, yang terdiri dari :

1. Khidmat kepada Amir

2. Khidmat kepada Jemaah

3. Khidmat kepada orang kampung

4. Khidmat kepada diri sendiri

Semuanya menyita waktu 16 Jam. Sedangkan sisanya digunakan 6 jam untuk tidur dan 2 jam untuk MCK dan keperluan pribadi lainnya.

Apabila mereka keluar ikut tertib dengan iktu kepada amalan ijtima’I secara full, maka biasanya dengan izin Allah mereka mendapat Ishlah setelah pulang. Bisa jaga shalat berjamaah dan muamalah dan mu’asyarahnya menjadi lebih baik.

Kegagalan orang keluar di jalan Allah disebabkan mereka tidak ikut tertib sehingga tak ada Ishlah dan setelah itu sulit diperbaiki lagi dan jadi HIJAB bagi manusia lain untuk dapat Hidayah.

3 Perkara yang menyebabkan seorang sukses keluar di jalan Allah :

1. Keluar dengan mentaati Amir

2. Keluar dengan tertib di dalam Ijtimaiyyat

3. Keluar semata karena Allah SWT

Apabila orang keluar dengan 3 hal tersebut maka Allah akan beri kepada mereka 2 perkara :

1. Dicabut sifat binatang dari diri mereka

2. Doa mereka akan dikabulkan sebagaimana doa Nabi-Nabi.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...