Followers

Wednesday, February 2, 2011

Tanggisan


Kata Ibnu Qayyim – 10 Jenis Tangis
1) Menangis kerana kasih sayang & kelembutan hati.
2) Menangis kerana rasa takut.
3) Menangis kerana cinta.
4) Menangis kerana gembira.
5) Menangis kerana menghadapi penderitaan.
6) Menangis kerana terlalu sedih.
7) Menangis kerana terasa hina dan lemah.
8 ) Menangis untuk mendapat belas kasihan orang.
9) Menangis kerana mengikut-ikut orang menangis.
10) Menangis orang munafik – pura-pura menangis.

“..dan bahawasanya DIA lah yang menjadikan orang tertawa dan menangis.” (AnNajm : 43)

Jadi, Allah lah yang menciptakan ketawa dan tangis, serta menciptakan sebab tercetusnya. Banyak air mata telah mengalir di dunia ini. Sumber nya dari mata mengalir ke pipi terus jatuh ke bumi. Mata itu kecil namun ia tidak pernah kering ia berlaku setiap hari tanpa putus-putus. Sepertilah sungai yang mengalir ke laut tidak pernah berhenti?.kalaulah air mata itu di tampung banjirlah dunia ini.

Tangis tercela atau terpuji ?? Ada tangisan yang sangat di cela umpamanya meratapi mayat dengan meraung dan memukul-mukul dada atau merobek-robek pakaian.

Ada pula tangisan sangat-sangat di puji dan di tuntut iaitu tangisan kerana menginsafi dosa-dosa yang silam atau tangis kerana takut akan azab dan siksa Allah.

Tangisan dapat memadamkan api Neraka “Rasulullah saw bersabda :
Tidaklah mata seseorang menitiskan air mata kecuali Allah akan mengharamkan tubuhnya dari api neraka. Dan apabila air matanya mengalir ke pipi maka wajahnya tidak akan terkotori oleh debu kehinaan, apabila
seorang daripada suatu kaum menangis, maka kaum itu akan di rahmati. Tidaklah ada sesuatupun yang tak mempunyai kadar dan balasan kecuali air mata. Sesungguhnya air mata dapat memadamkan lautan api neraka.”

Air mata taubat Nabi Adam a.s Beliau menangis selama 300 tahun tanpa mendonggak ke langit tersangat takut dan hibanya terhadap dosa yang telah ia lakukan.Dia bersujud di atas gunung dan air
matanya mengalir di jurang Serandip. Dari air matanya itulah Allah telah menumbuhkan pohon kayu manis dan pohon bunga cengkih.Beberapa ekor burung telah meminum akan air mata Adam lalu berkata, “Manis sungguh air ini.” Nabi Adam terdengar lalu menyangka burung itu mempersendakannya lalu ia memperhebatkan tangisannya. Lalu Allah mendengar dan menerima taubat Adam dan mewahyukan, “Hai Adam sesungguhnya belum Aku pernah menciptakan air lebih lazat daripada air mata taubat mu!.”

Air mata yang tiada di tuntut:

Janganlah menangis
kalau tak tercapai cita-cita

bukan kah Tuhan yang telah menentukannya.
Janganlah menangis nonton filem hindustan itu kan cuma lakonan.

Janganlah menangis

kerana cinta tak berbalas
mungkin dia bukanlah jodoh
yang telah Tuhan tetapkan.

Janganlah menangis

jika gagal dalam peperiksaan
mungkin kita kurang membuat
persediaan .

Jangan menangis

kalau wang kita hilang di jalanan
sebab mungkin kita kurang
bersedekah buat amalan.

Janganlah menangis

kalau tidak di naikkan pangkat
yakin lah,
rezki itu adalah pemberian Tuhan.

Dari itu??.. Simpanlah air mata-air mata tangisan itu semua buat bekalan untuk menginsafi di atas segala kecuaian yang telah melanda diri, segala dosa-dosa yang berupa bintik2 hitam yang telah mengkelamkan hati hingga sukar untuk menerima hidayah dari Allah swt. Seru lah air mata itu dari persembunyiannya di balik kelopak mata agar ia menitis membasahi dan mencuci hati agar ia putih kembali dan juga semoga ia dapat melebur dosa2 dan moga-moga akan mendapat ampunanNya jua.

Junjungan Mulia bersabda “Ada 2 biji mata yang tak tersentuh api neraka, mata yang menangis di waktu malam hari kerana takut kepada Allah swt dan 2 biji mata yang menjaga pasukan fi sabillah di waktu malam.”

“Di antara 7 golongan manusia yang akan mendapat naungan Allah dihari qiamat”??seseorang yang berzikir bersendirian lalu mengenang tentang kebesaran Allah swt lalu bercucuran air matanya.”

“Jika tubuh seseorang hamba gementar kerana takut kepada Allah, maka berguguran lah dosa-dosanya bak gugurnya dedaunan dari pepohonan kering.”

Air mata tanda rahmat Tuhan
Rasulullah saw bersabda : Jagalah mayat ketika kematiannya & perhatikanlah 3 perkara.
1) Apabila dahi nya berpeluh.
2) Airmatanya berlinang.
3) Hidungnya keluar cecair seperti hingus.

kerana hal hal tersebut menandakan rahmat Allah swt untuk si mayat.(riwayat dari Salman al Faarisi)

Sucikanlah 4 hal dengan 4 perkara :
“Wajahmu dengan linangan air mata keinsafan, Lidahmu basah dengan berzikir kepada Penciptamu, Hatimu takutdan gementar kepada kehebatan Rabbmu, dan dosa-dosa yang silam di sulami dengan taubat kepada Dzat yang Memiliki mu.”

Ingatan ku hanya pada kalian…dan hati akan bahagia jika diriku jua dalam
ingatan kalian… Dan aku akan bertambah bahagia jika bertemu kalian dan
kalian bertemu diriku di suatu masa dan satu tempat….

Wednesday, January 26, 2011

Sirah Rasullullah S.A.W


Suatu ketika Nabi SAW selepas sholat berdo’a menangis hingga kesedihannya terasa oleh istrinya Ummu Salamah. Lalu Ummu Salamah bertanya, “Ya Rasullullah, mengapa engkau menangis memohon ampunan padahal engkau telah di jamin Surganya oleh Allah.” Lalu Nabi SAW menjawab dengan tegas, “Siapakah yang bisa menjaminku wahai istriku ? Sedangkan saudaraku Nabi Yunus AS ketika dia bersandar pada amalnya sesaat saja, dia merasa aman terhadap amalnya, Allah kurung dia dalam perut Ikan Paus selama 40 hari.” Nabi saja Allah hukum di dalam laut karena tidak ada risau terhadap amalnya. Padahal nabi Yunus AS hanya bersandar sesaat saja dari amalnya. Nabi Yunus AS meninggalkan ummatnya mencari tempat yang lebih baik untuk dakwah pada kaum yang lain. Nabi Yunus AS tidak merasa khawatir dengan perbuatannya meninggalkan kaumnya ketika itu. Nabi Yunus merasa aman dan tidak ada kekhawatiran terhadap amalnya tersebut. Padahal Allah perintahkan dia untuk tetap di kampung tersebut. Sesaat merasa aman dari amalnya, Allah kurung Nabi Yunus di dalam perut ikan paus, hingga dia bertobat kepada Allah.

Umar RA adalah seorang sahabat yang termasuk dalam 10 orang sahabat yang telah di jamin Surganya oleh Allah Ta’ala. Suatu ketika umar RA bertemu dengan Hudzaifah RA yaitu penyimpan rahasia Nabi SAW. Umar RA bertanya kepada Hudzaifah RA, “Wahai Hudzaifah, aku tidak peduli apakah ada orang-orang munafik yang kerja untukku ataupun orang lain yang telah jelas kemunafikkannya. Namun Aku hanya mau bertanya satu hal kepadamu Apakah Aku termasuk golongan orang-orang yang Munafiq yang dikabarkan oleh Nabi SAW.” Ini adalah Risaunya Umar RA, yang Surganya telah di jamin oleh Nabi SAW. Walaupun begitu tetap Umar RA selalu dalam keadaan khawatir terhadap amal-amalnya bukannya dalam keadaan aman. Padahal kalau kita lihat amalnya Umar RA, sudah seharusnya dia merasa aman, tetapi hingga menjelang ajalnya pun dia masih dalam keadaan selalu merasa khawatir atas amal-amalnya. Umar RA di tanya oleh Abbas RA menjelang wafatnya, “Apalagi yang engkau risaukan wahai Umar, sedangkan Allah dan Nabinya sudah menjamin keberadaanmu di Surga.” Lalu Umar RA menjawab, “Jika aku mempercayai perkataanmu, maka aku ini sungguhlah orang yang bodoh. Andai kata seluruh umat ini masuk surga dan satu orang masuk ke dalam neraka, maka aku khawatir yang satu orang masuk ke dalam neraka itu adalah aku. Jika seluruh manusia masuk ke dalam neraka dan hanya satu orang masuk ke dalam Surga, Aku berharap agar orang itu adalah Aku.” Menjelang ajalnyapun, Umar RA masih dalam keadaan harap dan cemas terhadap amalnya.

Wednesday, January 19, 2011

Dahwah IMAN


Untuk memperbaiki keyakinan dan amal dan agar seluruh manusia memperbaiki keyakinan dan amal mereka, seseorang harus berusaha menghidupkan usaha Nabi s.a.w. (usaha dakwah) dengan cara Rasulullah s.a.w. ke seluruh dunia.

"Allah menyeru (manusia ke Darussalam (syurga) dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam). Yunus [10]:25).

"Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayatNya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (as-sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar berada dalam kesesatan yang nyata."(Al-Jumu 'ah[62]:2)

Keterangan: 'Membaca ayat-ayatNya kepada mereka,' maksudnya bahwa Nabi s.a.w. memberi peringatan kepada mereka dengan ayat-ayat Al-Quran, mengajak mereka kepada Al-Quran, dan menekankan pada mereka agar mengimani Al-Quran.

'Mensucikan mereka' maksudnya memperbaiki mereka yakni mengajak mereka untuk mengikuti apa-apa yang dengannya mereka menjadi orang-orang yang cerdik dan bertaqwa. 'Al-Hikmah' iaitu makna-makna apa yang terkandung dalam ayat-ayat Al-Quran.

"Dan seandainya Kami menghendaki, benar-benar kami utus pada tiap-tiap negeri seorang yang memberi peringatan (rasul). Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengan Al-Quran dengan jihad yang besar." (Al-Furqan[25]:51-52)

"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik." (An-Nahl[16]:25)

"Dan tetaplah memberi peringatan, karana sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman."(adz Dzariyat[15]:55)

"Hai orang yang berselimut, bangunlah dan berilah peringatan! Dan Agungkanlah Tuhanmu." (Al-Muddatstir[74]:3)

"Boleh jadi kamu (Muhammad) akan membinasakan dirimu, kerana mereka tidak beriman." (Asy-Syu'ara[26]:3)

"Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin." (At-Taubah [9]:128)

"Maka janganlah dirimu binasa kerana kesedihan terhadap mereka (kerana kekafiran mereka)". (Fathir[35]:8)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...